Kenapa Hasil Facelift Bisa Terlihat Tidak Natural?
Hasil facelift terlihat tidak natural ketika ligamen penahan wajah tidak dilepaskan, sehingga kulit dipakai sebagai bahan struktural dan ditarik ke arah samping, bukan ke atas. Wajah tampak ditarik bukan karena dokter bedahnya bercita rasa aneh. Wajah tampak ditarik karena kulit diminta menahan seluruh berat wajah, padahal kulit tidak dirancang untuk itu. Setiap ciri yang orang kenali sebagai facelift yang buruk berasal dari satu kesalahan yang sama, hanya muncul di tempat yang berbeda-beda.
Inilah jawabannya, dan lebih melegakan daripada dugaan sebagian besar pasien. Hampir semua unsur wajah yang ketarik, hasil facelift yang di literatur Barat disebut windblown look atau tampilan tertiup angin, adalah masalah tegangan, dan tegangan bisa dilepaskan. Yang tidak bisa dikembalikan adalah jaringan yang sudah dibuang dan garis rambut yang sudah dipindahkan. Jadi pembagian yang jujur adalah ini: arah dan tegangan bisa dikoreksi, kehilangan jaringan tidak.
Panduan ini membahas apa yang sebenarnya menciptakan tiap kelainan bentuk, mana yang mereda sendiri dan mana yang permanen, apa yang realistis dicapai operasi revisi, dan mengapa waktu pelaksanaan revisi lebih menentukan daripada tekniknya.
Pertanyaan Sebenarnya Bukan Siapa Dokternya, Melainkan Ke Mana Tegangannya Pergi
Pasien datang dengan keyakinan bahwa mereka bernasib buruk dalam memilih dokter bedah. Kadang itu memang benar. Lebih sering, operasi tersebut mengikuti logika tertentu, dan penampilan yang muncul adalah logika itu yang terbaca di wajah.
Jaringan lunak wajah Anda tertambat ke tengkorak oleh ligamen penahan. Kalau ligamen itu tidak dilepaskan, jaringan yang lebih dalam tidak bisa bergerak, sehingga satu-satunya cara tersisa untuk mengubah bentuk wajah adalah menarik kulitnya. Cara itu berhasil, dalam arti garis rahang membaik. Cara itu juga membebani setiap milimeter kulit dengan tegangan yang tidak punya tempat untuk lari, dan tegangan itu merambat, mendatarkan pipi, menyeret sudut mulut, meregangkan daun telinga, dan melebarkan bekas luka.
Wajah yang ketarik adalah peta tentang ke mana tegangan itu berakhir. Karena itulah membaca wajah secara terbalik memberi tahu Anda apa yang dulu dilakukan padanya, dan karena itu pula koreksinya lebih bisa diperkirakan daripada kelihatannya.
Apa Sebenarnya Tiap Kelainan Bentuk Itu
Lateral sweep, atau wajah yang tersapu ke samping
Kulit yang ditarik ke samping alih-alih ke atas menghasilkan wajah yang tampak tersapu ke arah telinga. Lateral sweep terjadi ketika jaringan ditarik kencang pada vektor lateral tanpa vektor pendukung ke arah atas, dan pengangkatan kulit saja adalah teknik yang paling sering dikaitkan dengannya.
Dua hal menciptakan tampilan itu. Arahnya keliru, sebab wajah turun secara vertikal seiring usia dan menariknya secara horizontal tidak membalikkan jalur tersebut. Tegangan yang dibutuhkan pun luar biasa besar, sebab kulit dipakai sebagai bahan struktural yang bukan perannya. Memakai kulit untuk menahan berat wajah menuntut tegangan sedemikian besar sampai struktur wajah mendatar, dan itulah yang menghasilkan kesan tertarik seperti di terowongan angin.

Pixie ear
Daun telinga tertarik ke bawah dan ke depan, menyatu ke dalam pipi, tanpa menyisakan bagian bebas yang menggantung di bawah telinga. Inilah tanda tangan facelift yang paling mudah dikenali, dan penyebabnya hanya satu.
Daun telinga adalah satu-satunya bagian telinga yang tidak memiliki tulang rawan di dalamnya. Setiap bagian telinga yang lain punya kerangka yang menahan perubahan bentuk. Daun telinga hanya berisi kulit dan lemak. Ketika flap kulit ditutup dalam keadaan tertarik, tegangan itu menarik satu-satunya struktur yang tidak mampu melawan, dan sepanjang bulan-bulan penyembuhan daun telinga bermigrasi turun ke dalam pipi. Publikasi tentang kelainan ini menjelaskan mekanisme yang persis sama: tegangan penutupan yang diteruskan ke daun telinga yang tidak punya penopang.
Pipi yang mendatar
Sebuah wajah bisa kencang dan tetap terlihat lebih tua, dan inilah sebabnya. Tarikan ke arah lateral menyeret volume pipi ke belakang menuju telinga, menjauh dari tempat wajah muda menyimpannya, yaitu tinggi di atas tulang pipi. Hasilnya wajah yang sekaligus kencang dan datar, dengan kepenuhan yang janggal di depan telinga tempat volume itu ditumpuk.
Ekspresi yang terbatas
Bukan kelumpuhan, dan biasanya bukan cedera saraf. Ketika kulit berada dalam tegangan permanen, otot di bawahnya harus bekerja melawan tegangan itu untuk menggerakkan wajah. Senyum tampak berat, wajah terbaca sedikit bertopeng saat diam, dan ketidakcocokan antara mata dan mulut itulah yang ditangkap orang lain sebagai sesuatu yang tidak alami tanpa bisa mereka namai.
Bekas luka melebar dan garis rambut yang bergeser
Kulit yang ditutup dalam keadaan tertarik akan menarik garis sayatan selama berbulan-bulan, dan parut yang sembuh dalam tegangan akan melebar. Kalau garis rambut temporal dimajukan atau dipotong saat penutupan, cambang bisa duduk terlalu tinggi atau lenyap sama sekali, dan inilah salah satu temuan yang terbaca sebagai bekas operasi bahkan dari kejauhan. Kualitas bekas luka dibahas lebih rinci dalam panduan tentang bekas luka facelift dan cara sayatannya sembuh.
Sekilas Perbandingan
| Kelainan bentuk | Penyebabnya | Bisakah revisi mengoreksinya |
|---|---|---|
| Lateral sweep | Vektor ke samping, kulit dalam tegangan | Bisa, dengan pelepasan dan vektor vertikal |
| Pixie ear | Tegangan penutupan pada daun telinga tanpa tulang rawan | Bisa, dan andal |
| Pipi mendatar | Volume terseret ke belakang, bukan terangkat | Umumnya bisa, dengan penataan ulang dan lemak |
| Ekspresi terbatas | Tegangan kulit yang permanen | Umumnya bisa, begitu tegangan dilepaskan |
| Bekas luka melebar | Penutupan dalam tegangan | Membaik dengan eksisi, tidak pernah hilang |
| Cambang naik atau hilang | Kulit berambut yang sudah dibuang | Sebagian saja, dan sulit |
| Lemak terbuang berlebihan | Jaringan sudah diangkat | Tidak, hanya bisa diganti dengan cangkok lemak |
Apa yang Saya Temukan Ketika Membuka Kembali Wajah yang Pernah Dioperasi
Bidang jaringannya sudah hilang
Bedah facelift revisi jauh lebih sulit daripada operasi pertama, dan alasannya adalah apa yang ditinggalkan operasi sebelumnya.
Ketika saya berdiseksi pada wajah yang pernah dioperasi, saya bekerja menembus perlengketan dan jaringan parut. Lapisan yang seharusnya terpisah bersih justru menyatu, dan batas di antaranya kabur. Pada operasi pertama, bidang-bidang itu memandu diseksi. Pada revisi, bidang itu harus dicari, dan kadang memang sudah tidak ada.
Tiga akibatnya penting bagi pasien. Diseksinya sulit dan lambat. Mengangkat jaringannya lebih berat, sebab jaringan berparut menolak ditata ulang, sesuatu yang tidak terjadi pada jaringan yang belum pernah dioperasi, dan perdarahannya lebih banyak, dalam pengalaman saya jelas lebih banyak daripada kasus primer, dan itulah alasan saya memasang hemostatic net (jahitan penghenti perdarahan) pada setiap operasi seperti ini tanpa kecuali, sebagaimana diuraikan dalam panduan tentang pencegahan hematoma facelift.
Itu juga alasan jujur mengapa hasil revisi kurang bisa diperkirakan dibandingkan hasil operasi pertama. Bukan karena dokter bedahnya kurang cermat, melainkan karena jaringannya adalah bahan yang berbeda.
Mengapa koreksinya adalah pelepasan, bukan tarikan yang lebih kencang
Naluri orang saat melihat hasil yang buruk adalah memperbaikinya dengan mengangkat lagi, padahal naluri itu justru melahirkan hasil buruk yang kedua.
Wajah yang ketarik sudah menanggung tegangan berlebih. Menambahkan tegangan hanya memperparah setiap masalah yang dimilikinya. Koreksinya berjalan ke arah sebaliknya: lepaskan jaringan yang dulu tidak pernah dilepaskan, alihkan vektornya dari lateral menjadi vertikal, dan angkat seluruh beban dari kulit. Literatur menggambarkan revisi dengan cara yang sama, yaitu melepaskan ikatan dan menyeimbangkan ulang tegangan, bukan menarik lebih kencang.
Dalam praktik, itu berarti berdiseksi ke lapisan dalam, memotong ligamen penahan yang dibiarkan utuh oleh operasi pertama, dan membiarkan jaringan dalam yang menahan pengangkatan. Mekanismenya sama dengan yang saya uraikan dalam panduan tentang apa yang sebenarnya dilepaskan facelift deep plane. Logika yang sama berlaku di wajah bagian atas: pengangkatan alis bertahan atau melorot tergantung pada apa yang mengunci dahi yang sudah terangkat, bukan pada seberapa kencang dokter menarik kulitnya. Bedanya pada revisi, jaringan parut membuat setiap langkahnya lebih sulit.
Bagaimana saya mengoreksi pixie ear
Pixie ear adalah yang paling andal dikoreksi di antara kelainan-kelainan ini, dan perbaikannya mengikuti pemahaman atas penyebabnya.
Saya membebaskan daun telinga sepenuhnya dari jaringan yang menyeretnya ke depan dan ke bawah, yang biasanya berarti melepaskannya dari parut di dalam pipi. Kemudian saya menjangkarkan jaringan di bawah daun telinga ke jaringan dalam di atas mastoid memakai benang Vicryl, sehingga daun telinga ditopang dari bawah oleh sesuatu yang kokoh, bukan ditahan pada posisinya oleh kulit. Teknik yang dipublikasikan untuk kelainan ini memakai prinsip yang sama, yaitu menggabungkan flap penataan ulang daun telinga dengan jahitan suspensi ke daerah mastoid.
Pada saat yang sama saya membuang sebanyak mungkin parut lama yang masih memungkinkan untuk ditutup, karena dua alasan. Parut itu biasanya melebar akibat tegangan yang sama yang merusak bentuk daun telinga, sehingga membiarkannya berarti hal yang masih dilihat orang tetap bertahan setelah perbaikan. Alasan kedua, parut yang dibuang sekarang bisa ditutup tanpa tegangan, satu-satunya keadaan yang membuatnya sembuh sebagai garis halus.
Satu prinsip mengatur seluruh perbaikan ini. Daun telinga harus ditahan oleh jaringan dalam, tidak pernah oleh kulit. Daun telinga yang ditahan kulit akan bermigrasi lagi, dan pasien akan menjalani dua operasi untuk satu hasil.

Waktu, dan mengapa saya meminta pasien menunggu
Saya tidak merevisi wajah terlalu cepat. Enam bulan adalah jarak minimum yang saya inginkan antara operasi asli dan revisi, dan ada kasus ketika menunggu lebih lama justru lebih baik.
Jeda itu bukan kehati-hatian tanpa alasan. Tiga hal sedang berlangsung. Pertama, pembengkakan mereda, dan pembengkakan bisa meniru kelainan bentuk, sehingga wajah pada bulan ketiga bisa berbeda dari wajah pada bulan kedelapan. Kedua, jaringan parut matang dan melunak, yang membuat diseksi lebih aman dan bidangnya lebih mudah ditemukan. Ketiga, kulit kembali memperoleh sedikit kekenduran, yang penting karena revisi memerlukan kelebihan kulit untuk digarap, sedangkan wajah yang masih tertarik tidak punya apa pun untuk diberikan.
Panduan yang dipublikasikan berada pada rentang yang sama, menganjurkan enam sampai dua belas bulan agar pembengkakan mereda dan parut matang, dengan pematangan parut sepenuhnya memerlukan dua belas sampai dua puluh empat bulan. Bulan-bulan awal adalah waktu yang paling tidak andal untuk menilai sebuah wajah dan waktu terburuk untuk mengoperasinya.
Ada satu pengecualian. Kelainan yang memburuk alih-alih mereda, atau yang disebabkan sesuatu yang tidak akan pulih sendiri, dinilai menurut garis waktunya sendiri, bukan menurut kalender.
Anda Termasuk Pasien yang Mana?
Tidak setiap wajah yang mengecewakan pemiliknya memerlukan operasi, dan mengetahui Anda ada di kategori mana menentukan langkah berikutnya.

1. Anda belum genap enam bulan pascaoperasi dan sudah cemas
Tunggu. Inilah situasi yang paling sering terjadi, situasi ketika pasien mengambil keputusan paling buruk. Rasa kencang di awal itu normal, pembengkakan mengacaukan kontur, dan wajah pada bulan ketiga bukan wajah yang akan Anda simpan. Menilai facelift terlalu dini sama dengan menilai pembengkakan, dan mengoperasinya terlalu dini sama dengan mengoperasi wajah yang keliru.
2. Wajah Anda kencang dan tersapu ke belakang, lebih dari setahun pascaoperasi
Ini lateral sweep yang sesungguhnya, dan bisa dikoreksi. Koreksinya adalah pelepasan dengan vektor vertikal, bukan pengangkatan yang lebih kencang. Perkirakan operasinya lebih sulit daripada operasi pertama Anda dengan pemulihan yang serupa, dan perkirakan dokter bedah yang jujur akan mengatakan bahwa hasilnya kurang bisa diperkirakan dibandingkan pengangkatan primer.
3. Daun telinga Anda tertarik masuk ke dalam pipi
Pixie ear, dan inilah kategori kabar baiknya. Kelainan ini andal dikoreksi, sering bisa dikerjakan sebagai tindakan yang lebih kecil daripada revisi penuh, dan perbaikannya tahan lama ketika daun telinga dijangkarkan ke jaringan dalam, bukan ke kulit.
4. Wajah Anda kencang tetapi terlihat cekung atau datar
Tegangan membawa volumenya ke belakang, dan mungkin ada pula lemak yang sudah diangkat. Pelepasan dan penataan ulang mengembalikan apa yang bergeser. Apa yang sudah dibuang harus diganti, biasanya dengan lemak yang dicangkokkan dari tubuh Anda sendiri, dan berapa banyak yang bertahan adalah pertanyaan nyata yang dibahas dalam seberapa banyak lemak yang dicangkokkan benar-benar bertahan.
5. Bekas luka Anda lebar atau cambang Anda hilang
Parut yang melebar akibat tegangan membaik ketika dibuang dan ditutup tanpa tegangan, meski tidak pernah benar-benar hilang. Kehilangan garis rambut adalah yang paling sulit di antara semuanya, sebab kulit berambut yang sudah dibuang tidak bisa dihadirkan kembali, dan koreksinya paling banter bersifat sebagian.
6. Wajah Anda baik-baik saja tetapi Anda memang tidak pernah puas dengan penampilan Anda
Ini perlu dikatakan terus terang. Ada wajah yang secara teknis merupakan hasil yang baik tetapi tidak cocok dengan pemiliknya, dan tidak ada revisi yang bisa memperbaiki ketidakcocokan antara harapan dan anatomi. Itu percakapan yang harus dilakukan sebelum operasi berikutnya, bukan sesudahnya.
Pemulihan Setelah Revisi
Garis waktunya menyerupai facelift primer, dengan dua perbedaan yang perlu direncanakan.
Pembengkakan dan memar memuncak pada tiga sampai lima hari pertama. Sebagian besar pasien sudah pantas tampil untuk kehidupan pribadi sekitar dua minggu, dan nyaman secara sosial pada empat sampai enam minggu. Jaringan terus menetap selama tiga sampai enam bulan, dan wajah terus menghalus sampai satu tahun.
Dua perbedaan yang penting. Pertama, pembengkakannya sering lebih menonjol, sebab diseksi bekerja menembus jaringan parut dan jaringannya lebih tidak toleran terhadap kesalahan. Kedua, hasil akhirnya lebih lama menampakkan diri, sebab jaringan berparut menetap dengan cara yang kurang bisa diperkirakan dibandingkan jaringan yang belum pernah disentuh. Revisi yang dinilai pada bulan ketiga sedang dinilai terlalu dini, bahkan menurut standar revisi.
Catatan dari Dokter Bedah: Perbaikannya Hampir Tidak Pernah Berupa Tarikan yang Lebih Kencang
Pasien datang kepada saya meminta diangkat sekali lagi, dan saya paham alasannya. Wajah mereka tampak ditarik, dan tampak ditarik itu terasa seperti sesuatu yang dikerjakan kurang cukup, bukan sesuatu yang dikerjakan berlebihan.
Padahal wajah yang ketarik bukan wajah yang kurang dikoreksi. Itu wajah yang memikul tegangan yang tidak pernah dirancang untuk ia pikul, dalam arah yang bukan arah penuaannya. Mengangkatnya lagi dengan cara yang sama memperburuk setiap masalah: pipi makin datar, daun telinga makin berubah bentuk, parut makin lebar, ekspresi makin bertopeng. Koreksinya adalah menurunkan bebannya, meletakkannya di tempat yang semestinya pada jaringan dalam, dan membiarkan kulit terhampar tenang.
Hal lain yang saya sampaikan kepada pasien-pasien ini adalah bahwa bedah revisi lebih sulit dan kurang bisa diperkirakan daripada operasi pertama mereka, dan saya lebih memilih mengatakannya di ruang konsultasi daripada membiarkan mereka menemukannya sendiri sesudahnya. Jaringan berparut tidak berperilaku seperti jaringan normal. Siapa pun yang menjanjikan revisi semudah operasi pertama sedang menggambarkan wajah yang belum pernah mereka buka.
Keamanan dan Batas-Batas yang Jujur
Facelift revisi membawa risiko yang sama dengan bedah primer, dengan dua di antaranya meningkat akibat jaringan parut.
Risiko perdarahan dan hematoma lebih tinggi. Hematoma adalah komplikasi facelift yang paling sering menuntut kembali ke meja operasi, sekitar 1,8 sampai 2 persen pada kasus primer, dan jaringan berparut lebih banyak berdarah sementara diseksinya berlangsung lebih lama. Karena itulah strategi yang disengaja untuk menjaga lapangan operasi tetap kering lebih penting di sini daripada pada operasi pertama. Risiko saraf wajah juga lebih tinggi. Angka cedera yang dilaporkan pada bedah facelift primer berkisar sekitar 0,3 sampai 2,6 persen, sebagian besar berupa neuropraksia sementara yang pulih, dan risikonya secara khusus disebut meningkat pada bedah revisi, sebab operasi sebelumnya mengaburkan penanda anatomi yang biasanya dipakai untuk menemukan saraf. Memilih dokter bedah yang rutin mengerjakan revisi bukan soal selera pemasaran, melainkan satu hal paling berguna yang bisa dilakukan pasien revisi.
Ada pula hal-hal yang tidak bisa diperbaiki bedah, dan dokter bedah yang tidak mengatakannya kepada Anda sedang berjualan. Lemak yang sudah diangkat tidak bisa dipulihkan, hanya bisa diganti dengan cangkok lemak. Kulit berambut yang sudah dibuang tidak akan tumbuh kembali. Bekas luka diperbaiki, tidak pernah dihapus, dan ada batas mekanis yang perlu Anda ketahui: pada pengangkatan sekunder hanya tersedia sedikit kelebihan kulit, sehingga parut yang berjarak lebih dari sekitar satu sentimeter dari sayatan sebelumnya mungkin sama sekali tidak bisa dibuang. Kalau operasi sebelumnya melukai saraf secara permanen, revisi tidak memperbaikinya.
Tanyakan Apa yang Salah Sebelum Menanyakan Apa yang Harus Dilakukan
Wajah yang tampak ditarik bukan misteri, bukan pula vonis permanen, melainkan masalah mekanis dengan sebab yang bisa dibaca, dan sebab itulah yang memberi tahu apa yang bisa dikoreksi.
Kalau penampilannya berasal dari tegangan dan arah, keduanya bisa dikoreksi karena keduanya bisa dibatalkan. Lepaskan apa yang dulu tidak pernah dilepaskan, alihkan arah pengangkatan dari menyamping menjadi ke atas, dan turunkan bebannya dari kulit. Kalau penampilannya berasal dari sesuatu yang sudah dibuang, entah lemak atau kulit berambut, koreksinya bersifat sebagian, dan kejujuran tentang keterbatasan itu adalah bagian dari pengobatannya.
Kalau Anda masih berada pada bulan-bulan pertama setelah operasi, hal paling berguna yang bisa Anda lakukan adalah tidak melakukan apa-apa. Pembengkakan meniru kelainan bentuk, jaringan masih bergerak, dan wajah yang sedang Anda lihat bukan wajah yang akan Anda simpan.
Satu pertanyaan diagnostik yang menentukan. Apakah wajah saya sedang menahan tegangan, atau sedang kekurangan jaringan? Dokter bedah yang menjawab itu sebelum menawarkan operasi sedang membaca wajah Anda, sedangkan klinik yang menawarkan untuk mengangkat wajah Anda lagi tanpa menjawabnya sedang mengulangi kesalahan yang membawa Anda ke sana.
Ditulis oleh dr. Yongwoo Lee, dokter spesialis bedah plastik di VIP Plastic Surgery, Korea Selatan, dengan fokus pada anatomi wajah dan bedah estetika.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Facelift Gagal dan Facelift Revisi
Apa penyebab wajah tampak ketarik dan tidak natural setelah facelift?
Tegangan dan arah. Ketika ligamen penahan tidak dilepaskan, jaringan dalam tidak bisa bergerak, sehingga kulit yang harus menahan pengangkatan. Kulit bukan bahan struktural, dan menahan sebuah wajah dengan kulit menuntut tegangan yang cukup besar untuk mendatarkan struktur wajah. Menarik ke samping, bukan ke atas, memperparahnya, sebab wajah turun secara vertikal seiring usia dan tarikan horizontal tidak membalikkan jalur itu.
Apakah facelift yang gagal dan membuat wajah ketarik bisa diperbaiki?
Umumnya bisa, karena tegangan bisa dilepaskan. Koreksinya bukan pengangkatan yang lebih kencang, melainkan sebaliknya: melepaskan ligamen yang dibiarkan utuh oleh operasi pertama, mengalihkan vektor dari lateral menjadi vertikal, dan memindahkan bebannya dari kulit ke jaringan dalam. Yang tidak bisa dikembalikan adalah jaringan yang sudah dibuang, yaitu lemak yang diangkat dan kulit berambut yang dipotong.
Apa itu kelainan pixie ear dan mengapa bisa terjadi?
Pixie ear adalah daun telinga yang tertarik ke bawah dan ke depan sampai menyatu ke dalam pipi, tanpa menyisakan bagian bebas di bawah telinga. Ini terjadi karena daun telinga adalah satu-satunya bagian telinga yang tidak ditopang tulang rawan, sehingga daun telinga menjadi satu-satunya struktur yang tidak bisa melawan tegangan. Ketika flap kulit ditutup dalam keadaan tertarik, daun telinga bermigrasi turun sepanjang bulan-bulan penyembuhan.
Apakah pixie ear bisa dikoreksi?
Bisa, dan inilah yang paling andal dikoreksi di antara kelainan-kelainan tersebut. Perbaikan dimulai dengan membebaskan daun telinga dari jaringan parut yang menariknya ke depan, lalu jaringan di bawahnya dijangkarkan ke jaringan dalam di atas mastoid sehingga daun telinga ditopang dari bawah, bukan ditahan oleh kulit. Parut lama dibuang pada saat yang sama. Daun telinga yang ditahan kulit akan bermigrasi lagi, dan itulah sebabnya jangkar ke jaringan dalam menentukan.
Berapa lama saya harus menunggu sebelum facelift revisi?
Setidaknya enam bulan, dan kadang lebih lama. Tiga hal harus terjadi lebih dulu: pembengkakan harus mereda, sebab pembengkakan meniru kelainan bentuk; jaringan parut harus matang dan melunak, yang membuat diseksi lebih aman; dan kulit harus kembali memperoleh sedikit kekenduran, sebab revisi memerlukan kelebihan kulit untuk digarap. Panduan yang dipublikasikan berada pada rentang enam sampai dua belas bulan, dengan pematangan parut penuh memerlukan satu sampai dua tahun.
Apakah bedah facelift revisi lebih sulit daripada operasi pertama?
Jauh lebih sulit. Operasi sebelumnya meninggalkan perlengketan dan jaringan parut, dan bidang yang seharusnya terpisah bersih justru menyatu dengan batas yang kabur. Diseksinya lebih lambat, menata ulang jaringannya lebih berat karena parut menolak digerakkan, dan perdarahannya lebih banyak. Itu juga sebabnya hasil revisi kurang bisa diperkirakan, dan mengapa memilih dokter bedah yang rutin mengerjakan revisi lebih menentukan di sini daripada untuk pengangkatan primer.
Mengapa wajah saya terlihat kencang tetapi juga datar dan cekung?
Karena tarikan lateral memindahkan volume pipi ke belakang menuju telinga, bukan mengangkatnya ke atas. Wajah muda menyimpan volume tinggi di atas tulang pipi, sehingga menyeretnya ke arah telinga menghasilkan wajah yang sekaligus kencang dan datar, kadang dengan kepenuhan yang janggal di depan telinga. Kalau ada pula lemak yang diangkat, ada kekurangan volume yang nyata di samping pergeseran itu.
Apakah ekspresi wajah saya akan kembali normal?
Umumnya ya, kalau penyebabnya tegangan dan bukan cedera saraf. Kulit dalam tegangan permanen memaksa otot di bawahnya bekerja melawannya, sehingga ekspresi tampak berat dan wajah sedikit bertopeng saat diam. Melepaskan tegangan mengembalikan gerakannya. Cedera saraf adalah persoalan yang berbeda, meski sebagian besar bersifat sementara dan mayoritas di antaranya pulih tanpa operasi. Cedera permanen jarang terjadi, dan bedah revisi tidak memperbaikinya.
Apakah bekas luka facelift bisa diperbaiki?
Bisa diperbaiki, tetapi tidak bisa dihapus. Parut yang melebar karena sembuh dalam tegangan bisa dibuang dan ditutup tanpa tegangan, yang biasanya memberi garis yang jelas lebih baik. Batasnya, parut adalah jaringan permanen, dan setiap revisi menciptakan parut baru. Parut yang sudah tipis dan letaknya baik sering lebih baik dibiarkan saja.
Apakah cambang yang hilang atau naik bisa dikoreksi?
Hanya sebagian, dan inilah masalah tersulit dalam kelompok ini. Kalau kulit berambut dibuang saat penutupan pada operasi asli, rambut itu sudah hilang dan tidak bisa diciptakan kembali dengan penataan ulang. Koreksinya bergantung pada meminjam dari yang tersisa, dan harapan yang jujur adalah perbaikan, bukan pemulihan seperti semula.
Apakah facelift deep plane lebih kecil kemungkinannya membuat wajah tampak ketarik?
Ya, dan alasannya mekanis, bukan promosi. Karena ligamennya dilepaskan dan jaringan dalam yang menahan pengangkatan, kulit tidak berada dalam tegangan, padahal hampir setiap ciri wajah yang ketarik berasal dari tegangan kulit. Teknik ini juga menurunkan risiko pixie ear karena alasan yang sama, sebab penutupannya tidak sedang melawan beban.
Kapan saya bisa menilai apakah facelift saya gagal?
Tidak sebelum enam bulan, dan sebaiknya setelah satu tahun. Rasa kencang di awal setelah facelift itu normal dan memang diperkirakan, pembengkakan mengacaukan kontur dengan cara yang menyerupai kelainan bentuk, dan jaringan terus menetap selama tiga sampai enam bulan dengan penghalusan sampai satu tahun. Kesalahan paling umum dalam seluruh topik ini adalah pasien pada bulan ketiga yang menyimpulkan bahwa hasilnya sudah permanen.
Apakah saya akan memerlukan cangkok lemak saat revisi?
Sering kali ya, kalau volumenya bergeser atau diangkat. Pelepasan dan penataan ulang mengembalikan volume yang terseret keluar dari posisinya, tetapi volume yang sudah dibuang harus diganti, dan cara yang jujur untuk itu adalah dengan lemak yang dicangkokkan dari tubuh Anda sendiri pada operasi yang sama. Berapa banyak yang bertahan adalah variabel nyata, bukan angka pasti.
Apa yang sebaiknya saya tanyakan kepada dokter bedah saat konsultasi revisi?
Tanyakan apa yang menurut mereka salah, secara spesifik, dalam istilah mekanis. Dokter bedah yang bisa menjelaskan vektor mana yang dipakai, apakah ligamennya dilepaskan, dan ke mana tegangannya berakhir sedang membaca wajah Anda. Lalu tanyakan apa yang tidak bisa mereka perbaiki, sebab jawaban atas pertanyaan itu memberi tahu Anda lebih banyak tentang dokter bedahnya daripada jawaban atas apa yang bisa mereka perbaiki.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau saran medis. Keputusan menjalani operasi maupun tindakan lain sebaiknya diambil setelah berkonsultasi dengan dokter yang berkompeten.
